Jenis Ternak

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakkan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dan hasil dari kegiatan tersebut.

Peternakan Kambing

Didesa Sewulan para warganya mempunyai lahan yang cukup luas disetiap rumahnya, selain itu hampir semua warganya mempunyai IMG_7820sawah. Dengan keadaan lingkungan yang memungkin untuk para warganya untuk beternak kambing dengan populasi kambing di desa Sewulan sekitar 50 ekor kambing, salah satunya yaitu Bapak Suyono. Bapak Suyono beternak Kambing ini dimulai sejak 3 (tiga) tahun yang lalu, usaha yang dimulai dengan membeli beberapa kambing jantan dan kambing betina untuk dikembangbiakkan sampai saat ini kambing yang diternak sudah bejumlah 22 ekor kambing. Bapak Suyono memelihara ternak kambingnya dengan dibantu anak-anaknya.

Untuk beternak kambing ini memerlukan keahlian khusus supaya kambing yang dihasilkan menjadi kambing yang gemuk dan sehat. Adapun cara pemeliharaan ternak kambing yaitu selain dikasih IMG_7821makan rumput hijau kambing tersebut dikasih minum sehari sekali, untuk menu tambahan kambing bisa ditambahkan beberapa vitamin yaitu vitamin penambah nafsu makan, vitamin untuk penggemuk dan obat-obat khusus untuk kesehatan kambing. Untuk pemberian minum kambing tidak hanya air yang dicampur garam melainkan ditambah bekatul, konsetrat, dan blended madu dengan tambahan tersebut dapat mempercepat penggemukan kambing ternak.Kambing-kambing yang sudah besar nantinya akan dijual ke pasar dengan harga 1,5 juta sampai 2 juta untuk ukuran cukup besar.

Peternak Puyuh

Peternakan unggas adalah adalah usaha membudidayakan unggas seperti ayam, kalkun, bebek, dan angsa dengan tujuan untuk mendapatkan daging dan telur, atau juga bulu dan kotoran. Peternakan bisa dilakukan sebagai kegiatan yang meneynangkan tidak harus jauh-jauh dengan rumah, karena peternakan bisa dilakukan di halaman belakang rumah sehingga bisa sering untuk di cek keadaan hewan ternaknya tersebut.

Didesa Sewulan mayoritas warganya mempunyai halaman belakang rumah cukup luas yang bisa dimanfaatkan untuk kadang ternak. Didesa Sewulan terdapat satu peternak unggas yaitu peternak puyuh, pemiliknya yaitu bapak Heru RT 21 Desa Sewulan.  Bapak Heru memulai ternak puyuh sekitar 2 (dua) tahun yang lalu denagn dibantu satu karyawannya. Untuk ternak puyuh ini dengan tujuan untuk memperoleh telurnya, yang nantinya telur-telur tersebut akan diambil oleh pengepul. Bapak Heru mempunyai ternak puyuh sekitar 5.000 puyuh, adapun untuk perawatan puyuh lebih ekstra hati-hati karena puyuh gampang stres sehingga untuk orang yang masuk kandangnya harus orang yang sama, dengan pakaian yang sama, kalau tidak seperti itu puyuh akan stres dan berakibat pada hasil telur yang tidak maksimal.

Untuk  5.000 ekor puyuh dapat menghasilkan telur sekitar 3.000 butir per hari. Puyuh baru bisa bertelur jika sudah berusia 40 hari samapi umur 1,5 tahun, setelah berumur lebih dari 1,5 tahun puyuh tersebut sudah tidak bisa bertelur secara maksimal sehingga puyuh tersebut dapat dijual untuk dimakan dagingnya. Untuk pengambilan telur dilakukan sekitar pukul 14.00-19.00. Untuk 1kg telur puyuh dihargai sebesar 22.000 harga bisa menyesuaiakan harga pasar bisa naik bisa turun.

Supaya menghasilkan telur puyuh yang maksimal selain menghindari puyuh dari dstress juga perawatan makanan dan kandang. Kandang ternak tersebut dibersihkan 2 hari agar steril dan bersih karena puyuh rentan dengan penyakirt. Selain itu untuk makan puyuh sehari dikasihkan 2x setiap puyuh @22 gram, dikasih minum 3x sehari, dalam 1 (satu) minggu diberi vitamin 3x untuk sisanya dikasih air biasa.

Pembibitan Lele

IMG_6641

Peternakan lele terdapat dua segmen usaha dalam budidaya lele yakni usaha pembesaran dan usaha pembenihan. Bagi Petani pembesaran lele , mereka akan menjual  lele pada saat lele sudah besar dan siap untuk dikonsumsi, sedangkan bagi petani pembenihan Lele  mereka mejual anakan lele dengan ukuran 5-7 cm, agar anakkan lele tersebut dapat dibesarkan oleh petani pembesaran. Petani pembenihan merupakan mitra yang penting bagi para pengusaha besar  peternakan lele, karena dalam pembenihan memerlukan tingkat ketrampilan dan ketelitian yang lebih tinggi, sehingga dapat menghasilkan anakan lele yang berkualitas.

Di Desa Sewun terdapat petani pembibitan Lele bernama Bapak Danang yang berdomisi di RT 21, usaha ini telah dirintis sejak bulan maret 2015, disamping sebagai mata pencaharian guna meningkatkan taraf hidup keluarga juga merupakan hobby dan ketekunannya dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya, agar lebih bermanfaat dan menambah penghasilan.

IMG-20160831-WA0003

Dalam proses pembibitan lele , pemilihan indukan dimulai pada saat indukan berukuran 5-10 cm dengan kondisi yang  yang unggul  seperti tidak cacat, gerakannya lincah serta lebih besar dibanding yang lainnya. Calon indukan ini diperlakukan lebih istimewa dan diberikan pakan yang berkaulitas. Pakan diberikan pada idukan setiap 4 jam sekali, berupa pelet untuk memepercepat kematangan gonad.

Indukan betina yang sudah matang gonad memilik ciri-ciri sebagai berikut:

IMG-20160831-WA0002

  1. Bagian perut membesar kearah anus, apabila diraba terasa lembek.
  2. Apabila diurut akan keluar telur berwarna hijau tua,
  3. Alat kelamin berwarna kemerahan dan membengkak.
  4. Warna tubuh beruhah menjadi coklat kemerahan.
  5. Gerakannya lambat.

Pada saat indukan bertelur akan menghasilan larva sebanyak 50.000 sampai dengan 90.000 larva/bibit lele dari indukan yang telah disiapkan. Apabila sudah menetas dan kolam sudah terisi larva,  kondisi kolam harus selalu bersih, terutama  bersih dari kotoran dan sisa pakan, karena kotoran dan sisa pakan dapat menimbulkan zat amoniak yang memicu kematian larva/anak lele.

Setelah lele indukan bertelur, indukan harus segera dipindahkan dari larva, karena indukan akan memakan larva-larva yang telah dihasilkan tersebut. Larva-Larva yang telah dihasilkan, walaupun tidak diberi makanan, larva dapat bertahan hidup antara 3-4 hari, sebab larva – larva tersebut membawa makan dari dirinya sendiri. Tetapi segera beri pakan setelah 3-4 hari tersebut.

Pada saat larva berumur 1 sampai dengan 3 minggu diberikan cacing sutera sebagai makanannya, setelah usia 3 minggu larva dapat diberi makan pelet. Setelah lele berusia 8-9 minggu sejak menetas dan berukuran 5-7 cm, ikan lele dapat dipanen, biasanya Bapak Danang panen setiap 3 bulan.

Para pembeli lele adalah makelar dan atau para penjual ikan yang datang langsung untuk membeli anakan  ikan lele ke rumah Bapak Danang, dengan harga yang bervariasi, berdasarkan  atau dilihat dari ukuran panjang lele tersebut.