Pande Besi

Pande Besi adalah pekerjaan membuat peralatan berbahan baku besi, besi disni dipanaskan hingga merah menyala setelah itu di tempa dan dibentuk sesuai yang diingin kan. Kemudian proses finishing dimana besi yang dibentuk sesuai pesanan di dingin kan dengan air selanjutnya dicek ulang dengan cara dipukul agar terlihat rapi.

Sejak dahulu di Desa Sewulan terdapat pengrajin yaitu pande besi, dulu sebagian besar warga Sewulan dukuh Gender adalah pemande web brobesi. Dengan berjalannya waktu pande besi mulai ditinggakan para warga dengan alasan tidak ada generasi penerusnya selain pande besi merupakan pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra. Akan tetapi samoai saat ini di Desa Sewulan masih terdapat 3 tempat utama yang digunakan sebagai tempat produksi pande besi yaitu Di dukuh Gemi, Dukuh Gender ( bapak Kardi dan Bapak Sarengat) pemande disini hanya menjual jasa untuk pemasarannya melibatkan pihak ketiga.

Salah satu pande besi di Dukuh Gender tepatnya di rumah bapak Kardi setiap harinya memprodeksi peralatan tani dengan memande besi. Hasil dari pande tersebut antara lain Garpu, Cakar, Canggul, sabit, dan pisau. Pande ini mulai memproduksi sejak tahun 1978 sampai sekarang ini. Bapak Kardi dan 2 pegawainya ( Kuswanto dan Supri ) memande besi mulai pukul 06-00 sampai pukul 12.00 untuk IMG_7408hari Jumat libur bekerja.  Bapak Kardi memproduksi berdasarkan pesanan adapun warga yang ingin memperbaiki peralatannya bisa disore hari. Setiap harinya bapak Kardi mampu memproduksi misalnya Garpu sebanyak 17-20 biji garpu, Garpu tersebut untuk pembuatannya  per biji dihargai sebesar 17.000 untuk ukuran yang lebih besar bisa mencapai 20.000. Untuk pemandean cakar dalam sekali produksi dapat memproduksi sekitar 25-30 biji cakar. Untuk membuat Garpu dengan cara dipande dalam satu jam bapak kardi dapat menghasilkan 7-8 biji garpu. Bapak Kardi juga melayani untuk perbaikan perlatan misalnya cangku dengan tarif perbaikan sebasar 10.000 perbiji.

Adapun Bahan dan alat yang digunakan seperti Supit, pacu, lingkap, cakar abu, palu, pagon dan paron, Grenda, blower, besi tatan, plat bekuan, besi bentu T dan peredam pagon. Untuk pande besi arang yang digunakan yaitu arang dari pohon jati sebagai arang utama, selain itu bisa menggunakan arang campuran dari bekas indutri tempe. Bapak Kardi menggunakan arang campuran dengan alasan menghindari harga arang jati yang lebih mahal yaitu satu karung besar arang jati seharga 75.000 sedangkan untuk arang biasa satu karung biasa  seharga 20.000. untuk proses pembakaran Bapak Kardi mencampurkan arang jati dan rang biasa dengan perbandingan 1 : 2.