Tradisi Tahunan

Tradisi Jamas Pusaka

Jamasan pusaka merupakan salah satu cara merawat benda-benda pusaka, benda bersejarah, benda kuno, termasuk benda-benda yang dianggap memiliki tuah. Dalam tradisi masyarakat Jawa, jamasan pusaka menjadi sesuatu kegiatan spiritual yang cukup sakral dan dilakukan hanya dalam waktu tertentu saja. Lazimnya jamasan pusaka dilakukan hanya sekali dalam satu tahun yakni pada bulan Suro. Oleh karena jamasan pusaka mempunyai makna dan tujuan luhur, kegiatan ini termasuk dalam kegiatan ritual budaya yang dinilai sakral.Adapun bahan-bahan yang digunakan untuk menjamas pusaka sebagai berikut :

  1. Kembang (bunga) setaman terdiri dari lima macam bunga antara lain bunga mawar merah, melati, khantil, mawar putih, kenanga.
  2. Pewangi (minyak wangi) dengan bahan dasar bunga melati atau kayu cendana, atau bahan berbagai bunga misalnya minyak serimpi cap putri duyung.
  3. Jeruk nipis atau belimbing wuluh
  4. Nampan atau baki
  5. Menyan (kemenyan) atau dupa (ratus)
  6. Kain mori sekitar 1-2 meter
  7. Tikar dan sikar gigi yang baru (tidak boleh bekas)

Langkah-langkah menjamas pusaka sebagai berikut :

  1. Bentangkan tikar di lantai, siapkan segala macam bahan-bahan yang diperlukan seperti yang tertera diatas
  2. Kemudian taruh bunga setaman di dalam baki yang sudah di isi air secukupnya, taruh baki yang telah berisi kembang setaman tersebut di atas tikar yang sudah di gelar.
  3. Gelarlah kain mori di sebelah baki yang nantinya akan di gunakan untuk meletakan pusaka yang akan di jamasi dan untuk mngeringkan pusaka yang habis di cuci air kembang setaman.
  4. Bakar atau nyalakan kemenyan atau dupa, pilih salah satu saja.

Di Desa Sewulan mempunyai Agenda Tahunan yaitu Jamas Pusaka memandikan benda-benda pusaka, sebelum ritual Jamas Pusaka tersebut diadakan syukuran (tumpengan) makan bersama, kemudian baru ritual memandikan benda-benda pusaka acara tersebut ditutup dengan syukuran kembali makan bersama yang mengundang warga sekitar. Tradisi ini dilakukan setiap tahunnya supaya benda-benda pusaka tersebut tetap terawat dengan baik.

 

Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang di Indonesia perayaannya jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad. Masyarakat Muslim di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian.

Karena Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati satu tahun sekali maka kegiatan ini dijadikan salah satu agenda tahunan di Desa Sewulan. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam perayaan maulid nabi di Desa Sewulan yaitu dimasjid-masjid saling berkumandang sholawat, Al- Barjanji dan pengajian, setelah bersholawat di masjid-masjid akan diadakan syukuran setiap rumah membawa makanan kemudian dimakan bersama sebagai ucapan syukur.