Budaya Leluhur

Sholawat Khataman Nabi

IMG-20160821-WA0003

Sholawat Khataman Nabi yaitu suatu budaya leluhur dimana para warga berkumpul tanpa memandang status dan jabatan seseorang, bersholawat mengagung-agungkan Baginda Rosullullah, dan dengan di iringi gamelan dan gembrong. Sholawat Khataman Nabi ini mengisahkan tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW, mulai sejak lahir hingga menjadi Rasul. Dari biografi Nabi akhir jaman yang dikemas dalam seni budaya Sholawat Khataman Nabi, diharapkan masyarakat muslim setempat selalu mengingat perjuangan Nabi 16Mohammad SAW dan mencontoh perilakunya. Kisah mulai beliau lahir hingga diangkat menjadi Nabi, semua kita kisahkan dalam Sholawat Khataman Nabi. Dan agar mudah dipahami, kami menggunakan bahasa Jawa. Kalau naskah aslinya menggunakan huruf Arab. Kemudian kami salin ke dalam huruf Latin dalam bahasa Jawa. Budaya leluhur yang sudah turun temurun ini harus tetap dijaga kelestariannya karena dengan melakukan Sholawat Khataman Nabi ini bertujuan agar anak-anak tidak terpengaruh oleh budaya barat karena pada Sholawat Khataman Nabi, ada nilai luhur yang adiluhung yang dapat mensinergikan warga agar selalu guyub rukun.

15Budaya Leluhur Sholawat Khataman Nabi ini merupakan budaya dari Desa Sewulan adapun nama terkenalnya di Desa Sewulan yaitu “Gembrongan” sebutan tersebut berasal dari salah satu alat yang digunakan yaitu Gembrong. Semua dusun yang berada di Desa Sewulan, mempunyai group Sholawat Khataman Nabi satu grup terdiri dari 25 orang untuk musik pengiringnya berupa gendang dan gembrong yang ditabuh oleh laki-laki maupun wanita.

Kegiatan ini dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah SWT,  warga Sewulan sebagian besar jika mempunyai hajatan menggelar Sholawat Khataman Nabi, hajatan seperti kelahirannya anak, Aqiqohan anak, dan khitanan.